Menoleh Program CSR PT BIB di Bidang Perikanan, Kini Hasil Tangkapan Ikan Para Nelayan Berlimpah Ruah
Kabarbanua.com,Tanah Bumbu- Melalui program CSR dibidang perikanan yang terdiri dari jenis perikanan air tawar maupun Budidaya Rumpon yang telah diinisiasi oleh PT Borneo Indobara (PT. BIB ) sejak tahun 2020/2021 lalu terhadap para kelompok binaan dicluster perikanan dan kini sudah sangat berkembang dan sudah adanya replikasi didesa-desa lain maupun baik dari jenis perikanan air tawar bahkan sampai dengan pemijahan.
Tak sampai disitu saja sedangkan untuk budidaya saat ini sudah mulai terkonsentrasi dan sudah makin besar, baik untuk kapasitas produksi maupun untuk pasarnya yang sudah banyak diketahui oleh Desa-desa lain baik di desa ring 1 maupun diluar ring 1 PT BIB.
” Untuk pengembangan skala usaha budidaya dan pembesaran ikan sampai dengan quartal ke 3 tahun 2022 ini sudah ada 18 ton ikan dengan penerima manfaat sebanyak 182 KK dan terus berlanjut hal tersebut diungkap oleh Dindin Makinudin, Senior Manager Empowerment & Sustainability
Divisi PT BIB kepada Kabarbanua.com. Selasa 29/11/22.
Untuk Pembibitan sendiri, yang berjalan saat ini ada di Desa Girimulya-Mekarmulia.
Meraka sudah mengembangkan usaha pembibitan ini, saat ini kelompok binaan PT BIB salah satunya yaitu Ngadon Sukses terus mendapatkan pesanan baik dari desa sekitar maupun desa-desa diluar kecamatan kuranji
Perlu diketahui juga, Dari PT BIB sendiri tidak hanya menyiapkan dari sisi bibit ikan, Kami juga turut menyediakan pendampingan dan material apa yang diperlukan oleh para kelompok Budidaya ikan tersebut.
Tak sampai disitu saja PT BIB juga turut mempersiapkan dari sisi supplya pakan ikan tersebut karena biaya terbesar dari budidaya perikanan airtawar adalah bibit dan pakan.
Hal inilah yang menjadi dasar PT BIB membuat program pabrik pakan ikan mandiri yang dikelola oleh kelompok binaan di Desa Karang Indah.
Untuk saat ini kapasitas produksi pakan sekitar 700-800 kg per minggu, kami pun telah merencanakan pada akhir November 2022 ini pabrik serta mesin pakan yang mumpuni dengan kapasitas 500
kg/jam sudah dapat diaktifkan sehingga kedepan akan menggerakan roda perekonomian bagi kelompok perikanan dan pertanian.
Terpisah dari Dindin Makinuddin, Hal senada juga disampaikan oleh Silvina aditya selaku Team CSR dept Head.
Silvina Aditya menambahkan, Perlu diketahui juga untuk bahan baku yang diperlukan oleh mesin pakan ikan tersebut salah satuya
adalah jagung, ikan kering dan lain lain itu nanti akan diambil dari kelompok binaan lain diluar desa karang indah, sehingga tercipta integrated supplychain keeconomian
terkait dengan produksi pakan ikan dengan desa-desa penyupplay bahan baku. Serta
desa dengan usaha bibit ikan dan budidaya yang memerlukan pakan tersebut,Tentunya dengan cara ini nantinya tercipta dengan sendirinya rantai pasar.
Sedangkan untuk Harga pakan ikan yang dibuat secara mandiri oleh kelompok binaan ini tentunya jauh dibawah harga pasar, adapun harga Rp. 8000/kg harapannya para pelaku usaha dunia perikanan akan sangat terbantu dengan harga tersebut.
Adapun dari sisi budidaya rumpon ikan yang dilakukan di dua desa, di Desa Bunati dan Desa Angsana saat ini sudah berjumlah 269 buah rumpon yang dilabuhkan didasar laut
dengan penerima manfaat sebanyak 47 KK nelayan. Rata-rata panen 1 rumpon dapat menghasilkan sekitar 8-10 kg/rumpon dengan
estimasi waktu 1-2 jam, Dengan adanya rumpon ikan ini menjadi salah satu solusi bagi para nelayan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi mereka dikarenakan sebelum adanya rumpon ikan ini mereka
memerlukan waktu seharian untuk menangkap ikan dengan hasil yang kurang lebih.
Dengan adanya hal tersebut merekapun tak perlu capek capek lagi, Hanya kurang lebih 1 jam hasilnya pun sudah terlihat, Jadi sangat banyak waktu nantinya untuk mereka berusaha baik itu melanjutkan itu ataupun ada keperluan dirumah mereka masing masing.
Selain dari sisi pendapatan, penghematan biaya untuk penggunaan bahan bakar juga berkurang, yang biasanya memerlukan 25 liter untuk sekali melaut saat ini hanya memerlukan sekitar 15 liter.
Tentunya dengan berkurangnya penggunaan BBM dan cepat nya waktu melayan otomatis membuat pengurangan polusi udara oleh emisi bahan bakar solar, sehingga berdampak positive bagi udara atau lingkungan baik usaha dibidang perikanan air tawar maupun air laut saat ini sudah dibuatkan sebuah wadah kelembagaannya yaitu Koperasi, yang beranggotakan semua
kelompok binaan dan juga masyarakat umum tutupnya Silvina Aditiya.
Red
![]()





























