Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa, PT BIB Raih Gold dan Silver di Ajang CSR & PDB Awards 2026
Kabarbanua.com, Jakarta – PT Borneo Indobara (PT BIB) meraih dua penghargaan dalam ajang Corporate Social Responsibility (CSR) & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 yang diselenggarakan di Operational Room Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kalibata, Jakarta, Senin, 28 September 2026,
Penghargaan Gold diraih melalui program Rumah Jamur Indobara, sedangkan penghargaan Silver diperoleh melalui program Sinar Indobara. Pencapaian ini menjadi apresiasi atas upaya perusahaan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Ajang yang diselenggarakan Kemendes PDT bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) ini diikuti 61 perusahaan dengan total 74 program pembangunan desa.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.
1. Rumah Jamur Indobara Raih Gold melalui Pengembangan Agribisnis Jamur Terintegrasi
Penghargaan Gold yangg diraih melalui Rumah Jamur Indobara, merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mengembangkan ekosistem agribisnis jamur secara terintegrasi, mulai dari budidaya, produksi baglog, pengolahan produk turunan, hingga pemasaran.
Program ini bertujuan menciptakan peluang usaha produktif, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan memperkuat sumber pendapatan keluarga, khususnya melalui keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi desa.
Rumah Jamur Indobara menjangkau 11 desa dengan melibatkan 249 anggota kelompok, termasuk 243 perempuan. Hingga 2026, PT BIB telah mendukung pembangunan 54 kumbung jamur secara kumulatif, dengan 46 kumbung tercatat aktif. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan budidaya, produksi baglog, pengelolaan usaha, serta penguatan kelembagaan kelompok agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penguatan rantai produksi juga dilakukan melalui dukungan pembangunan satu unit pabrik baglog jamur untuk BUMDes.
Selain itu, dua kelompok telah menjalankan produksi baglog secara mandiri untuk memperkuat kemandirian usaha dan membuka peluang pendapatan baru.
Dari sisi capaian usaha, produksi jamur tercatat mencapai 10.833 kilogram pada 2025 dan meningkat menjadi 13.808 kilogram pada 2026. Pendapatan usaha yang tercatat dalam dokumen program meningkat dari Rp324 juta pada 2025 menjadi Rp420 juta pada 2026. Hingga periode pelaporan 2026, populasi baglog tercatat mencapai 16.550 unit.
Pengembangan produk turunan seperti jamur kering, keripik, dan berbagai olahan makanan turut meningkatkan nilai tambah komoditas serta membuka peluang perluasan pasar bagi kelompok binaan.
2. Sinar Indobara Raih Silver melalui Integrasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
Penghargaan Silver diraih melalui program Sinar Indobara, inisiatif Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT BIB yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 22 desa Ring 1.
Program ini dikembangkan melalui pendekatan Cluster-based Integrated Farming System, yang menghubungkan pemanfaatan lahan, kegiatan produksi, penguatan kelompok usaha, dan akses pasar dalam satu ekosistem ekonomi desa.
Pelaksanaan program berfokus pada optimalisasi lahan yang belum produktif, peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan ekonomi lokal.
Kolaborasi dengan pemerintah desa, koperasi, BUMDes, perguruan tinggi, dan mitra teknis menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Hingga kuartal II 2026, Sinar Indobara telah mendorong pemanfaatan 97,16 hektare lahan tidur menjadi lahan produktif, terdiri atas 76,99 hektare untuk pertanian, 10,97 hektare untuk perikanan, dan 9,20 hektare untuk peternakan. Program ini didukung 158 kelompok usaha aktif, yang terdiri atas 58 kelompok pertanian, 69 kelompok peternakan, dan 31 kelompok perikanan, serta menjangkau 2.466 kepala keluarga di 22 desa.

Capaian ekonomi tercermin dari rata-rata pendapatan bulanan yang tercatat sebesar Rp2,9 juta per keluarga pada sektor pertanian, Rp2,8 juta pada sektor perikanan, dan Rp3,5 juta pada sektor peternakan. Evaluasi bersama LPEM UI untuk periode 2018–2024 juga mencatat penurunan jumlah keluarga prasejahtera dari 1.133 kepala keluarga menjadi 75 kepala keluarga, atau sekitar 93,38 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat selama periode evaluasi.
Dari sisi pemasaran, produk kelompok binaan telah menjangkau berbagai saluran, termasuk BUMDes, koperasi, pasar lokal, ritel modern, UMKM, dan rumah makan. Produk binaan juga tercatat menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengembangan akses pasar ini menjadi langkah strategis untuk memperluas penyerapan hasil produksi, meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, dan memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat.
3. Dua Program, Satu Tujuan: Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Penghargaan Gold untuk Rumah Jamur Indobara dan Silver untuk Sinar Indobara mencerminkan dua pendekatan pemberdayaan yang saling melengkapi. Rumah Jamur Indobara mengembangkan komoditas jamur menjadi ekosistem agribisnis dengan rantai nilai yang lebih lengkap, sedangkan Sinar Indobara memperkuat ketahanan pangan melalui integrasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Kedua program tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan, penguatan kelompok usaha, pengembangan kelembagaan ekonomi desa, serta perluasan akses pasar. Masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses produksi dan pengelolaan usaha agar manfaat program dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Penguatan peran BUMDes, koperasi, dan kelompok usaha menjadi bagian dari strategi keberlanjutan program. Dengan kelembagaan yang semakin kuat dan akses pasar yang semakin terbuka, usaha masyarakat diharapkan mampu tumbuh secara mandiri serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi desa.
4. Penghargaan Menjadi Motivasi Memperluas Dampak Program
Deputi COO PT Borneo Indobara
Riadi Siemka Pinem menegaskan bahwa penghargaan Gold dan Silver dalam CSR & PDB Awards 2026 menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berdampak dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi desa serta mengoptimalkan potensi lokal,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Department Head Empowerment & Development PT Borneo Indobara Silvyna Aditya menyampaikan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pasar secara mandiri.
PT BIB memandang bahwa keberlanjutan program membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat, kelembagaan ekonomi desa, serta akses pasar yang memadai. Karena itu, perusahaan akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, koperasi, kelompok masyarakat, dan mitra terkait untuk memperluas manfaat ekonomi serta memperkuat kemandirian desa.
5. Memperkuat Kontribusi terhadap Pembangunan Desa Berkelanjutan
Pencapaian dalam CSR & PDB Awards 2026 memperkuat komitmen PT BIB dalam mendukung pembangunan desa melalui program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak nyata. Rumah Jamur Indobara dan Sinar Indobara menunjukkan upaya perusahaan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperluas peluang usaha produktif, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Ke depan, PT BIB akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, koperasi, kelompok masyarakat, tenaga ahli, dan mitra terkait untuk memperkuat kemandirian usaha serta memperluas manfaat ekonomi di wilayah operasional. Melalui pengembangan program yang berkelanjutan, perusahaan berharap potensi lokal dapat tumbuh menjadi fondasi ekonomi desa yang semakin mandiri, produktif, dan tangguh.
Rel
Editor:Hidayat
![]()



























