Hasil Tangkapan Ikan Berkurang, Diduga Dampak Aktifitas Tambang Batubara, , Nelayan Desa Mekarpura Mengadu ke Dinas Perikanan Kotabaru
Nelayan Desa Mekarpura Mengadu ke Dinas Perikanan Kotabaru diduga akibat terkena dampak dari penambangan Batubara.
Kabarbanua.com, Kotabaru- Kelompok nelayan Hidup Bersama dan kelompok nelayan Dermaga Satu Desa Mekarpura Kecamatan Pulaulaut Tengah sampaikan aspirasi serta keluhan mereka kepada Kepala Dinas Perikanan Kotabaru kemarin Rabu 31/3/21, sore pukul 17.00 Wita.

Keluhkan hasil tangkapan ikan mereka berkurang, diduga sejak ada aktifitas tambang batubara diwilayah tangkap mereka.
Sekretaris kelompok nelayan Hidup Bersama Desa Mekarpura Kecamatan Pulaulaut Timur Bisruddin mewakili rekanan nelayan mengatakan pada crew Kabarbanua.com, jika persoalan tangkapan hasil laut mereka berkurang diduga sejak ada aktifitas tambang batubara.

” Kenapa ini bisa terjadi? Sebelum adanya tambang disini, kami nelayan masih bisa mendapatkan hasil tangkapan bermodalkan minyak 3 liter biasanya mencukupi. Dalam satu kali melaut penghasilan yang di dapatkan contohnya rempa lobster 300-400 ribu rupiah,” terangnya dalam pertemuan tersebut.
Tapi, sekarang lanjut Bisruddin, 50 ribu rupiah saja rasanya susah kami dapat dari hasil menjual tangkapan sekarang. Kurang lebih satu tahun ini hasil tangkapan berkurang.
” Kami sebelumnya, nelayan didua kelompok ini pernah melakukan usulan kepada pihak terkait ( PT STC ), dan diberikan jalan agar kami bisa menyediakan sarana lahan tambak, belum kami terima. Karena nelayan disini tidak mempunyai lahan tambak,” imbuhnya.
” Sebab itu, solusi terbaik akan dampak yang telah kami rasakan, adanya campur tangan/ perhatian dari pemerintah daerah dapat memberikan solusi terbaik bagi kami mayoritas nelayan,” pinta Bisruddin penuh harap.
Dalam keterangan langsung kepada nelayan tersebut Kepala Dinas Perikanan Zainal Arifin menyatakan, hari ini kami dinas perikanan memfasilitasi dan menampung semua keluhan yang disampaikan nelayan.
” Mengenai aktifitas tambang yang menjadi dugaan penyebab dari hasil tangkapan ikan nelayan berkurang, juga akan kita koordinasikan segera kepada pihak perusahaan terkait,” jelas Zainal pada media.
Mereka nelayan, akan kita mintakan untuk menyampaikan semua permasalahan yang terjadi secara tertulis, yang kemudian nanti kita sampaikan ke perusahaan terkait. Bila memang pernah mengajukan permohonan kepada pihak perusahaan agar disertakan pula untuk dilampirkan.
” Pada intinya para nelayan tidak dirugikan, maka perlu adanya jalan keluar, win-win solution,” sebutnya.
Ada beberapa solusi yang akan diberikan, mengingat untuk mencari pekerjaan lain terkendala dengan keahlian mereka. Mereka tidak mempunyai keahlian lain, semata melaut (nelayan).
” Semua akan kita koordinasikan dan carikan solusi terbaik, agar semua berjalan dengan baik,” pungkas Zainal.
Sebelumnya diberitakan, dua kelompok nelayan terdiri dari 40 nelayan Desa Mekarpura Kecamatan Pulaulaut Tengah mengeluhkan, hasil dari tangkapan ikan berkurang diduga dampak aktifitas tambang batubara diwilayah desa mereka.
Penulis:DP
Editor:Rini
![]()



























