Pemkab Tanbu Bahas Finalisasi Ketersediaan Oksigen
Kabarbanua.com, Tanah Bumbu- Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami krisis tabung oksigen karena jumlah pasien covid-19 cukup banyak termasuk di Kabupaten Tanah Bumbu, Jum’at (30/7/21).
Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perdagangan Dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu melalukan peninjauan terhadap ketersediaan oksigen di PT Samator Gas Industri Batulicin.
Serta melakukan rapat membahas finalisasi ketersediaan oksigen di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Disdagri Tanbu Deni Heriyanto mengatakan, terkait koordinasi dengan pihak PT Samator Gas Batulicin, jaminan pasokan oksigen masih aman dalam 3 hari ke depan.
Dia ungkapkan oleh PT Samator kendala keterbatasan oksigen di karenakan cuman memiliki dua armada yang tentunya tidak mencukupi mengingat ada wilayah operasional yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu.
“Untuk Tanah Bumbu pada 1 kali angkut itu ada 120 Tabung. Sementara kebutuhan kita 1 kali angkutan itu 180 Tabung. Berarti kita kekurangan. Paling tidak kita menyiapkan Armada 2 unit. Yang ready dan stanbay untuk penjemputan yang ada di Balikpapan Kaltim,”paparnya.
Dia berharap semoga hasil rapat ini dapat dinantikan hasil analisa perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga estimasi dapat diperankan secara serius.
“Dengan adanya rapat hari ini kita meyakinkan bahwa ketersediaan pasokan oksigen nantinya Insyaallah aman yang di dukung armada yang ready maupun stanby di Kaltim,”tutupnya.
Dikesempatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Sekda Tanbu) H. Ambo Sakka menyikapi hal terus melonjaknya kasus Covid hingga mengharuskan Pemerintah Daerah mengantisipasi kelangkaan oksigen.
Atas antisipasi itu katanya, disinilah peran PT. Samator Gas Batulicin agar kiranya memberikan ruang kemudahan bagi Pemerintah Daerah sehingga ketersediaan oksigen itu bisa menjamin kebutuhan medis di daerah ini.
“Pemerintah daerah saat ini sangat berkepentingan dengan PT. Samator Gas Batulicin kerena semua ada lah bentuk keperdulian kita bersama,”imbuhnya
Red
Editor:Rini
![]()



























