Direktur Jenderal PB dan KKP Kunjungi Kotabaru, Dirjen Haeru Rahayu, Semua Harus Detail
Kabarbanua.com, Kotabaru- Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) , Dr.Haeru Rahayu beserta rombongan mengunjungi Kabupaten Kotabaru.
Dalam kunjungan tersebut rombongan disambut langsung oleh Bupati Kotabaru H.Sayed Jafar dan Wabup Andi Rudi Latif, Selasa (02/11/21).
Selanjutnya Rombongan KKP bersama Bupati dan Wabup, beserta SKPD, Forkopimcam mengunjungi UPTD Balai Benih dan Kesehatan Ikan milik Dinas Perikanan Pemda Kotabaru di Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut Sigam untuk melihat langsung klaster tambak Udang Vaname
Diungkapkan Haeru, kedatangannya, dalam rangka silaturahmi sekaligus juga menyampaikan program dari KKP yaitu peningkatan perikanan budidaya yang berbasis ekspor khususnya udang.
“Untuk tahun 2024 kita diminta oleh satgas udang nasional untuk memenuhi target mencapai 2 juta ton,” sebutnya Haeru.
Untuk itu, lanjutnya, kita lakukan langkah-langkah seperti membuat model yaitu membangun tambak modern berbasis kawasan dari Hulu ke Hilir, serta mengangkat tambak tambak tradisional atau revitalisasi.
“Kita ingin menjajaki apakah Kotabaru dimungkinkan untuk kami mengimplementasikan progaram ini, ” jelasnya.
Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi, M.Sc kepada awak media juga menerangkan, pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang mesti dibarengi dengan pertumbuhan ekologi.
Menciptakan pola pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, kedatangan kami ini juga untuk melakukan kegiatan budidaya dimanapun termasuk di Kotabaru dengan beberapa pendekatan seperti tetap menjaga ekologi dan juga menggeliatkan ekonominya
“Di satu sisi pertumbuhan meningkat pesat, dengan menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dalam pengembangan usaha perikanan budidaya yang berkelanjutan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Dirjen ini.
“Jangan ekologinya saja, ekonominya juga harus dibangun, dicolek ( disentuh). Jadi harus seimbang,” terangnya lagi.
Dia pun, menerangkan bahwa dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan KKP mengembangkan budidaya perikanan berbasis komoditas unggulan dengan 2 program besar yaitu pengembangan perikanan budidaya dengan komoditas utama yang menghasilkan seperti udang, lobster, kepiting, dan rumput laut untuk mencapai produksi 2 juta ton komoditi udang.
Selain itu, telah disediakan bagi pelaku usaha untuk meminjam modal melalui BLU LPMUKP dengan bunga rendah.
Badan Layanan Umum Layanan Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP, sumber kkp.go.id) menawarkan pinjaman dengan bunga kecil sekitar 3 persen bagi Nelayan Penangkapan Ikan, Pembudidaya Ikan, Usaha Garam Rakyat, Pengolah dan Pemasar Ikan, usaha masyarakat pesisir lainnya.
LPMUKP merupakan unit kerja KKP yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU dan mengelola dana bergulir dengan sistem berpendampingan bagi pelaku UMKM sektor Kelautan dan Perikanan. LPMUKP solusi modal kelautan dan perikanan.
Dia berharap sinergi dengan Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat, pengusaha, akademisi, terlebih media, insan pers berperan penting untuk menyampaikan dengan etika kita sebagai orang timur, melalui bahasa yang santun, niscaya akan cepat terlaksana.
“Filosofi hidup itu tidak seperti makan cabe, sekali makan, pedas, ini perlu proses,” pungkasnya.
Tonton juga Video:
Selanjutnya rombongan KKP terdiri dari Staf Khusus MenKP Irjen Pol. Victor Gustaaf Manoppo, Dir. Kawasan dan Kesehatan Tinggal Hermawan, S.Pi, M.Si, Koordinator Dit. Pengelolaan Ruang Laut Dr. Krishna Samudra, Kepala BPBAP Takalar Supito , Sespri Dirjen PB Radityo Budi Kristanto, Sespri Dir. KKI Eka Yulianti, Pendamping staf khusus MenKP Hobas Roganda Pamungkas , dan UKDirjen PB Oki Setiawan mengunjungi tambak Udang H.Syaprudin ( biasa disapa Haji punding) berlokasi di Desa Gedambaan Kotabaru.
Penulis: DP
Editor: Rini
![]()




























