KUPS Mutiara Sarang Tiung dan LKP MIP Kolaborasi di Program Tabungan Hijau Arutmin
Kabarbanua.com, Kotabaru- Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (HKm) Mutiara Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut Sigam bersama LKP MIP Kotabaru melakukan penanaman tanaman buah.
Bahtiar sebagai ketua kelompok KUPS kepalai anggotanya, ada lima jenis tanaman buah siap tanam antaranya, Durian, Manggis, Mangga, Rambutan dan Alpukat.
Kegiatan ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru dan dipelopori oleh PT Arutmin NPLCT lewat program “Tabungan Hijau” yang telah memberikan bantuan berupa bibit pohon tanaman buah sebanyak 260 bibit. Beragam jenis tanaman buah ditanam antaranya Manggis, Mangga, Durian, Rambutan dan Alpukat.
Nampak kebersamaan dalam kelompok yang beranggotakan 9 orang tersebut. Kegiatan penanaman menambah erat jalinan silaturahmi antara pihak perusahaan dengan anggota kelompok.
Ketua KUPS Bahtiar mengutarakan, dilakukannya penanaman untuk mendukung program pemerintah daerah dalam hal ini sesuai dengan visi, misi Bupati Sayed Jafar untuk mewujudkan Gunung Mamake menjadi Agro Wisata.
Selain itu, melalui program Tabungan Hijau dari PT Arutmin pula, KUPS Desa Sarang Tiung bertekad menghijaukan Mamake dengan bermacam jenis tanaman hingga tanaman bunga.
“Semoga dengan kolaborasi dari pihak terkait, Gunung Mamake kedepan akan menjadi salahsatu ikon wisata di Kabupaten Kotabaru,” harapnya Bahtiar.
“Sejak terbentuk KUPS di tahun 2017 lalu hingga saat ini sudah ratusan jenis pohon kita tanam,” jelasnya.
Sementara, sebagai koordinator Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mitra Insan Prima (MIP) Wahyudin Noor turut mendukung kegiatan penanaman tanaman buah KUPS Desa Sarang Tiung.
Mereka turun langsung bersihkan lahan untuk ditanami bibit pohon buah. Para insan muda bergerak abaikan terik panas matahari guna percepatan pembersihan lahan.
“Hal ini sekaligus memperkenalkan kepada insan muda Kotabaru pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Untuk lebih melestarikan dan memperkenalkan kepada para pemuda Kotabaru khususnya, supaya lebih menjaga alam ini, setidaknya mereka tahu, jika yang dilakukan hari ini sebenarnya untuk anak cucu kita kedepan.
Menjaga lokasi lingkungan mamake tetap lestari, hijau. Diharapkan kepada pemuda untuk melestarikan alam sehingga kehidupan lebih seimbang, dengan secara tidak langsung melakukan penghijauan kembali. Jadi lingkungan tetap terjaga.
“Mungkin hasilnya tidak dapat dilihat saat ini, namun melalui program penanaman pohon ini, kita juga bisa bekerjasama. Supaya pemuda pemuda lain juga tahu, inilah hasil pohon yang kami tanam, nanti dikemudian hari,” pungkasnya.
Untuk informasi, Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah, Hutan Negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat.
Pemberdayaan masyarakat setempat adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat sumber daya hutan secara optimal dan adil melalui pengembangan kapasitas dan pemberian akses dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis:DP
![]()




























