BEM Politeknik Negeri Batulicin Menolak Lupa Sejarah Kelam Pelanggaran HAM
Kabarbanua.com, Batulicin – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batulicin menolak lupa peristiwa sejarah yang merupakan momentum krusial untuk menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan memperkuat nilai-nilai demokrasi.

Ketua BEM Politeknik Negeri Batulicin M Suryadi Saputra, Selasa (29/9/2026) mengungkapkan, banyak momen bersejarah yang diperingati bukan untuk merayakan kemenangan, melainkan sikap menolak lupa terhadap kekejaman masa lalu.
Ia menegaskan, di Indonesia bahkan dunia, sejarah mencatat bahwa lahirnya jaminan HAM serta sistem demokrasi yang sehat sering kali harus ditebus dengan perjuangan panjang, bahkan pengorbanan jiwa.
Oleh karena itu, M Suryadi Saputra mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusifitas di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
“Kebebasan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di depan umum merupakan hak konstitusional yang patut dihormati. Namun, penyalurannya harus senantiasa dilakukan secara bijak, tertib, dan damai demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Suryadi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai ruang berdemokrasi yang sehat dan santun, di mana setiap perbedaan harus disikapi dengan kepala dingin serta tetap mengutamakan persatuan.
Red
Editor:Hidayat
![]()



























