Volume Penjualan Indocement Tumbuh 9 Persen, Hingga September 2026 Pendapatan Neto Capai Rp14,07 Triliun
Kabarbanua,com. Kotabaru – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) mencatatkan kinerja positif hingga Triwulan III 2026. Total volume penjualan semen dan klinker mencapai 15,75 juta ton hingga September 2026, meningkat 9,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan domestik sebesar 7,6% serta lonjakan penjualan ekspor sebesar 55,9%.
Kinerja positif Indocement sejalan dengan kondisi permintaan semen domestik yang masih menunjukkan tren kuat. Hingga September 2026, permintaan semen nasional tumbuh 7,9% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan pertumbuhan pada segmen semen curah sebesar 9,3% dan semen kantong sebesar 7,4%.
Faktor lain yang sejalan dengan kondisi permintaan semen juga dipengaruhi kondisi cuaca kering turut mendukung percepatan aktivitas konstruksi di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Indocement membukukan pertumbuhan volume penjualan sebesar 7,8% YoY, yang didorong oleh peningkatan kuat pada segmen semen curah sebesar 12,6% dan semen kantong sebesar 5,9%. Dengan capaian tersebut, pangsa pasar semen domestik Indocement mencapai 29,3%.
Peningkatan volume penjualan turut mendorong Pendapatan Neto Perseroan naik 8,9% menjadi Rp14.070,8 miliar. Di sisi lain, Beban Pokok Pendapatan meningkat 7,8% menjadi Rp9.565,6 miliar, sehingga menghasilkan laba bruto sebesar Rp4.505,2 miliar.
Dari sisi profitabilitas, margin Laba Usaha tercatat sebesar 11,1%, sedangkan margin EBITDA mencapai 20,1% untuk periode hingga September 2026.
Kenaikan volume penjualan juga diikuti peningkatan Beban Usaha sebesar 11,5% menjadi Rp3.008,1 miliar. Sementara itu, Beban Operasi Lain-Neto tumbuh 284,2% menjadi Rp59,6 miliar, terutama didukung keuntungan selisih kurs pada tahun ini, dibandingkan kerugian selisih kurs yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Pendapatan Keuangan-Neto juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 797,0% menjadi Rp20,4 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi penurunan tingkat bunga atas utang PT Semen Grobogan.
Selain itu, Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi-Neto meningkat 109,6% menjadi Rp49,8 miliar, seiring membaiknya kinerja laba entitas asosiasi.
Sejalan dengan peningkatan laba, Beban Pajak Penghasilan-Neto tercatat naik 19,9% menjadi Rp324,4 miliar. Secara keseluruhan, laba untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2026 meningkat 22,5% menjadi Rp1.301,9 miliar.
*Pertahankan Neraca Keuangan yang Kuat*
Di tengah dinamika industri semen, Indocement tetap mampu mempertahankan posisi keuangan yang kuat. Per 30 September 2026, Perseroan mencatat posisi kas dan setara kas sebesar Rp4,7 triliun.
Posisi tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga likuiditas dan mendukung keberlangsungan kegiatan operasional di tengah tantangan industri.
*Tekanan Biaya Energi Masih Berlanjut*
Meski mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba, industri semen domestik masih menghadapi tekanan terhadap margin akibat tingginya biaya energi serta fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Di tengah volatilitas energi global dan terbatasnya kepastian mengenai pemulihan biaya, peningkatan efisiensi operasional serta optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif menjadi langkah penting bagi pelaku industri semen, termasuk melalui penyesuaian harga jual lebih lanjut.
Selain itu, datangnya musim hujan berpotensi memperlambat aktivitas konstruksi dan memberikan tekanan terhadap permintaan semen.
Dengan berbagai tantangan tersebut, Indocement terus berupaya menjaga kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat guna menghadapi dinamika industri ke depan.
Penulis:Lisda
Editor:Hidayat
![]()



























