Diduga EO Batasi Peliputan Penetapan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Tanbu, Sebagian Wartawan Mengeluh
Kabarbanua.com, Tanah Bumbu- Diproses penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Bumbu dicederaai hal yang kurang menyenangkan dari Pihak Penyelenggara KPU Kabupaten Tanah Bumbu melalui Event Organizer (EO) terhadap para sejumlah Wartawan.
Sebagian para Wartawan tidak bisa masuk ditempat proses penetapan dan pencabutan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu yang diselengarkan oleh Pihak Komisi Pemiliham Umum (KPU) Tanah Bumbu yang bertempat dihalaman kantor KPU Tanah Bumbu. Senin 23/9/24 malam dini hari.

Terlihat hanya sebagian Wartawan saja yang diperbolehkan masuk, Sementara itu sebagian para wartawan lainnya hanya bisa menunggu diluar karena tidak diperbolehkan masuk.
Mereka tidak mendapatkan Kartu Identitas.
Diduga untuk peliputan terhadap para wartawan dibatasi oleh EO. Jadi hanya para Wartawan yang mendapatkan Indentitas dari EO yang diperbolehkan masuk untuk melakukan peliputan.
Tentunya dengan cara ini telah menghalanggi kinerja Wartawan untuk mendapatkan sebuah Informasi yang di atur dalam Undang undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Yang mana tugas pokok seorang Wartawan adalah mendapatkan informasi guna menyebarkan hasil karya Jurnalistiknya kepada masyarakat luas.
Tak hanya sampai disitu saja, Hakim salah satu wartawan yang berada didalam juga merasa risih dengan aturan yang ada.
Kepada Kabarbanua.com, Hakim mengaku agak risih dengan aturan yang diterapkan EO dalam. Baik dari penempatan posisi jurnalis yang tidak ideal. Khususnya dalam pengambilan foto dan video berita.
Saya ditempatkan dibelakang paslon dan timnya. Sehingga para media kesulitan mendapatkan gambar yang bagus dan ideal.
“Sementara kru EO bebas berkeliaran jepret dan video dengan posisi yang lebih variatif. Kami kecewa dengan aturan EO,” keluhannya tambahnya Hakim.

Menangapi hal tersebut, Puryadi Ketua KPU Tanah Bumbu angkat bicara, Sebenaranya tidak ada pembatasan. Hanya saja ada sistem bergantian karena tempatnya terbatas.
Kartu Indentitas tidak banyak, Jadi polanya itu bergantian. Siapa yang tidak dapat nanti bergantian dengan yang dapat saat mereka keluar dari ruangan.
Tak hanya itu saja untuk tempatnya pun terbatas, dan pada acara itu kita lakukan secara live.
Kami juga tak mengira bahwa tempat yang dipersiapan oleh pihak EO seperti ini. Kami mengira tempat terbuka ujarnya Puryadi.
Terkait penempatan dan desain oleh EO kami tak sempat memonitor karena hampir semua Komiseoner sibuk semua diluar daerah pada beberapa waktu lalu.
Saya secara pribadi mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada para wartawan yang tak mendapatkan kartu Identitas yang telah dibagikan pihak EO.
Karena tanpa peran Wartawan itu sangatlah membantu dalam proses ini tututpnya Puryadi.
Red
![]()



























