Direses Tahap I , H.Hasanuddin Semua Usulan Sudah Disampaikan dan Akan Terus Kita Kawal
Kabarbanua.com,Tanah Bumbu- Wakil Ketua I DPRD Kab Tanah Bumbu H. Hasanuddin, gelar Reses Tahap I untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai desa.Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Medina, Pagatan, pada Senin 1/12/2025.
Dirinya menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga. Ia menjelaskan bahwa reses merupakan proses penting dalam tugas dan fungsi DPRD yang meliputi tiga hal utama: penyusunan anggaran (budgeting) Baik dari pengawasan, dan membuat peraturan daerah.

Lebih lanjut, Dirinya juga memaparkan bahwa beberapa hari sebelumnya APBD Tanah Bumbu telah ditetapkan.
APBD Tanah Bumbu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Mulai Di era bupati sebelumnya, APBD mencapai 5,2 triliun, kemudian turun menjadi 4,1 triliun pada 2025. Pada 2026, anggaran kembali turun menjadi sekitar 3 triliun 35 miliar.
Tentunya adanya penurunan ini terjadi karena pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Adapun DBH Tanah Bumbu disebut sebagai yang tertinggi pemotongannya di Kalimantan Selatan, yakni sekitar dari 2,8 triliun menjadi 1,4 triliun ucapnya.
Dengan anggaran yang terbatas itu, Kami akan mengupayakan permohonan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat.
Mulai dari penyampaian kondisi anggaran, ini penting agar masyarakat memahami situasi fiskal daerah.
Dalam sesi dialog reses bersama masyarakat, Ada beberapa masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak, di antaranya terkait layanan PDAM yang belum menjangkau sejumlah wilayah serta masalah banjir yang terjadi akibat saluran air yang tersumbat.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan genangan air yang cepat naik meski hujan hanya turun sebentar.
Menanggapi hal tersebut, H. Hasanuddin menjelaskan masalah distribusi air bersih telah disampaikan kepada Dinas PUPR dan Direktur PDAM.
Untuk wilayah Betung, dirinya menyebut jaringan pipa berada di sekitar Saring Sungai Binjai dan tinggal menunggu dorongan pelaksanaan.
Sementara untuk Desa Barugelang, jaringan pipa disebut sudah mendekati kantor desa dan diharapkan pada 2026 wilayah tersebut juga akan mendapatkan pembangunan siring serta pengaspalan jalan.
Hasanuddin juga menyinggung kendala banjir di Batuah yang disebabkan oleh masalah drainase. Ia menyampaikan bahwa aspirasi terkait perbaikan drainase di wilayah dekat Kapolsek dan SMP 2 telah diakomodasi dan disebut sudah mulai dikerjakan.
Sedangkan terkait infrastruktur air bersih dan jalan, ia menegaskan bahwa seluruh usulan telah disampaikan kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR, dan akan terus dikawal sesuai kemampuan anggaran.
Ini semua akan terus kita kawal dan doakan saja ini lekas terealisasi imbuhnya
Red
![]()



























