Berikut Rencana Program Pembangunan Pemkab Tanbu
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menetapkan tujuh prioritas utama pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Penetapan tersebut dilakukan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar di Pendopo Serambi Madinah, Gunung Tinggi, Rabu (25/3/2026).
Tujuh prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan berbasis UMKM industri, pengembangan infrastruktur, penataan kota dan desa berkelanjutan, peningkatan prestasi seni dan olahraga, serta transformasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengatakan prioritas tersebut disusun sebagai respons terhadap dinamika ekonomi pascapandemi serta perubahan kebijakan fiskal dari pemerintah pusat.
“Perencanaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja daerah secara maksimal. Setiap program hingga belanja daerah harus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di hadapan sekitar 1.500 peserta forum.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran, seiring adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Seluruh perangkat daerah diminta lebih cermat dalam menyusun perencanaan agar tidak terjadi kesalahan teknis, seperti penentuan lokasi kegiatan maupun kode rekening anggaran.
Bupati yang akrab disapa Bang Arul itu menegaskan, kesalahan perencanaan yang berujung pada pergeseran anggaran tidak boleh lagi terjadi. Ia bahkan mengingatkan akan adanya sanksi disiplin bagi perangkat daerah yang tidak cermat dalam penyusunan anggaran.
“Dalam kondisi fiskal terbatas, perencanaan harus tepat dan terarah. Jika masih terjadi kesalahan yang menyebabkan pergeseran anggaran, akan dikenakan sanksi secara berjenjang,” tegasnya.
Penyusunan RKPD 2027 juga mengacu pada capaian indikator makro tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanah Bumbu tercatat sebesar 75,09 atau berada di peringkat keempat di Kalimantan Selatan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,52 persen, sementara angka kemiskinan berada di angka 3,13 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi sebesar 3,84 persen.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Tanah Bumbu, M. Untung RLU, menyebut perencanaan tersebut juga diselaraskan dengan arah kebijakan nasional.
“Fokus kita adalah smart spending atau pengeluaran yang efektif dan tepat sasaran. Program harus jelas, tidak boros, dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat,” pungkasnya.
![]()



























