Program CDEA, 25 Peserta Ikuti Pelatihan Ecoprint dan Sasirangan Pewarna Alami Dari PT Arutmin
Kabarbanua.com, Kotabaru- Sebanyak 25 peserta dari berbagai macam latar belakang mengikuti pelatihan Ecoprint & Sasirangan Pewarnaan Alami yang di inisiasi oleh PT Arutmin Indonesia NPLCT Kotabaru melalui program CDEA, kegiatan di berlangsung di Arutmin NPLCT, Senin (22/11/21).
Peserta terdiri dari pelajar, dewan guru, mahasiswa/ mahasiswi, pengrajin lokal, kelompok sasirangan, lapas Kotabaru, dan organisasi pemuda.
Adapun bahan warna alam yang dipakai, Kulit Jelawe, Kayu Secang, Tingi, Kayu Tegeran, Serbuk Ulin, Kulit Kayu Mahoni, Kulit Kayu Jambal.
Dijelaskan oleh , instruktur Riza Aspihany AMd dari 2D Creative Dadaunan pihaknya terlebih dahulu akan mengeksplore warna alam dari sekitar seperti daun mangga dan daun Ketapang.
“Karena di samping itu, pemula juga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya,” ujar instruktur Riza Aspihany AMd dari 2D Creative Dadaunan.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru Khairil Fajri, S. STP mengatakan, saya atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih Kepada PT Arutmin Indonesia NPLCT yang telah berupaya semaksimal mungkin mendukung dan menunjang program pemerintah.
“Bukan hanya pelaksanaan di pembangunan sarana dan prasarana, tapi dalam hal ini PT Arutmin juga melaksanakan program yang tak kalah penting di bidang pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan pada hari ini,” ucapnya.
Kata Khairil, dalam beberapa kesempatan, dan ini kesekian kalinya saya di undang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada di Arutmin NPLCT.
Dan kami selalu bersama, ternyata hasil yang telah di nikmati oleh masyarakat sebagai program unggulan daripada PT Arutmin sudah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, ujarnya.
Supervisor CDEA PT Arutmin Indonesia NPLCT Yogi Swara Putra Mendra mengatakan, dalam kegiatan ini Arutmin tidak bisa sendirian.
Arutmin selalu berintegrasi dengan Dinas terkait karena produk UMKM, pendidikan maupun dari pariwisata itu satu paket kalau kita mau benar- benar untuk mengembangkan sasirangan ataupun pewarna organik dan itu harus jadi satu.
Kata Yogi panggilan akrabnya, untuk peserta hari ini dari berbagai macam latar belakang, ada yang berawal dari binaan Arutmin bubuhan sasirangan, pengrajin lokal, generasi muda dan lainnya, jadi kita semua menjadi satu.
Dalam artian mempunyai visi yang sama, baik dari Arutmin NPLCT, dari masyarakat maupun dari pemerintahan, sama- sama ingin menggunakan sasirangan ini menjadi produk unggulan sebagai simbol nya Kotabaru,” ungkapnya.
Hari ini di laksanakan pelatihan dan kami ambil instrukturnya dari luar daerah yaitu 2D Creative Dadaunan, dalam 5 hari ke depan untuk para peserta bisa mengikuti pelatihan ini sepuasnya.
Dan benar-benar di maksimalkan, dan harapan saya setelah pelatihan ini kepada peserta punya produk yang bisa di coba di rumah.
Di tambahkannya, saat ini produk dengan pewarnaan organik lagi ngetrend dan memang kalau kita mau melihat dari sisi dunia luar itu mulai melirik yang bersifat organik.
Karena keterkaitan beberapa bulan yang lalu banyak penyampaian tentang perubahan iklim.
“Nah dari situ kita bisa mengambil kesempatan untuk membuat produk dari bahan organik,” tutupnya.
Penulis:DP
Editor:Rini
![]()




























