Banjir di HST, PLN Terpaksa Harus Padamkan Aliran Listrik
Kabarbanua.com, HST- Akibat banjir yang sudah hampir sepekan menerjang Kabupaten Hulu Sungai Tengah akibat luapan sungai Barabai, Senin (29/11).
Sehingga, membuat pihak PLN terpaksa memadamkan aliran listrik di ibukota HST, hal ini dilakukan agar menghindari kejadian warga tersetrum akibat air naik.
Lokasi pemadaman di Barabai adalah Hevia, Jalan SMP, Bukat Seberang, Tri Kesuma, Munti Raya, PM Noor, Sei Tabuk, Sarigading, Kemasan, Kitun dan lainnya.
“Saat ini, kondisi warga terdampak banjir sangat memprihatinkan. Selain kedinginan juga kegelapan. Sebagian juga telah diungsikan ke Gedung Juang, terutama yang kawasan pemukiman terendam banjir,” ucap Ramadhani selaku Plt camat Barabai
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir melanda di sejumlah kecamatan yang berada di Kabupaten HST yaitu Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS); terkonsentasi di Desa Cukan Lipai dan Desa Tanah Habang. Kemudian, Desa Jaranih, Desa Masiran, Desa Kayu Rabah dan Desa Matang Ginalon di Kecamatan Pandawan turut terendam dengan ketinggian air bervariasi; 15-45 centimeter.
Begitu pula, Desa Haruyan dan Desa Haruyan Seberang, Desa Mangunang, Desa Mangunang Seberang, Desa Pengambau Hulu, Desa Pengambau Hilir Dalam dilaporkan ketinggian air mencapai 10 hingga 70 centimer. Sebagian warga desa pun terpaksa diungsikan ke pasar dan Masjid Mujahidin serta Posko Siaga.
Terparah adalah Barabai. Ibukota Kabupaten HST ini dilaporkan direndam air dengan ketinggian berkisar 15-65 centimeter.
Dikabarkan setidaknya saat ini data pengungsi sudah mencapai lebih dari 1.000 orang. Memang, para pengungsi terdampak banjir ini sebagian mengungsi di tempat yang disediakan pemerintah daerah. Sebagian lagi mengungsi ke tempat keluarga.
Red
Editor:Rini
![]()




























