Roots Day Agen Perubahan Anti Perundungan SMAN 1 Pulau Laut Timur
Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah (Roots Day) adalah hari perayaan yang dipimpin oleh Siswa Agen Perubahan dan melibatkan semua elemen sekolah (siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, penjaga sekolah, dan lain-lain).
Kabarbanua.com, Kotabaru- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) Pulau Laut Timur Kotabaru Provinsi Kalsel
mengadakan Roots Day pada hari Sabtu (18/12/21). Kegiatan ini merupakan puncak kegiatan dari kegiatan Progam Roots Indonesia.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema “Bangunlah Jiwa dan Ragamu” mengangkat Topik “Cegah Perundungan Dunia Maya” Stop Bullying Pelajar Berkarakter.
Roots Day bertujuan untuk menularkan perilaku positif kepada seluruh warga sekolah dengan mengampanyekan pesan anti perundungan melalui berbagai kreasi seni. Ketika Roots Day, Agen Perubahan juga akan mengajak seluruh siswa sekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen anti perundungan di sekolah mereka.
Kegiatan dikemas dengan Deklarasi Anti Perundungan dan pembubuhan tandatangan, serta cap lima jari oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kotabaru didampingi oleh perwakilan LPMP Kalsel, Forkopimca beserta para guru mengajar juga siswa-siswi anak didik.
Kegiatan Informasi dan Kreasi Roots Day dan Projek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila diisi dengan beragam kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kotabaru Selamat Riyadi kepada Kabarbanua.com usai acara menyampaikan, kegiatan ini sangat baik sekali.
Kegiatan Roots Day Anti Perundungan (Anti Bullying) ini adalah dalam rangka, sekolah itu memberikan kesadaran semua anggota disekolah, guru, peserta didik, agar saling menghormati, saling menjaga.
Sehingga ulasnya, tidak ada Perundungan terhadap sesama anak didik (siswa) disekolah.
“Kotabaru sendiri mendapatkan kegiatan sekolah penggerak dan ditetapkan sebagai sekolah penggerak ada 22 sekolah. Semua sekolah yang diberikan bantuan penggerak adalah sekolah yang terpilih,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Pulau Laut Timur Suriani Anshari MM menyampaikan, ini merupakan Program Sekolah Penggerak dari Kemendikbud bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.
“Alhamdulillah program Sekolah Penggerak melalui LPMP sebagai Pokja Manajemen Operasional bisa kita laksanakan dengan baik,” ungkapnya menambahkan.
Ia berharap, program ini dapat berkelanjutan sehingga sekolah betul-betul bisa mencegah adanya bullying di lingkungan sekolah.
“Dengan kegiatan Program Sekolah Penggerak ini tidak ada lagi perundungan (Bullying). Tidak terjadi tindakan Perundungan,
tidak saja disekolah, dimanapun,” harapnya.
Program ini juga mendapat antusias dari para agen perubahan, salah satunya Maulida Santi siswi kelas XII. Ia mengaku sangat bersemangat dan akan mengajak teman sebayanya untuk menghindari dan tidak melakukan bullying.
“Saya akan mengajak teman-teman untuk tidak melakukan perundungan, dan sekolah ini bisa bersih dari perundungan dan menjadi sekolah yang terbaik,” ujarnya.
Maulida Santi berharap dengan adanya kegiatan Roots Day ini dan agen agen anti perundungan di sekolah kami (SMAN 1 Pulau Laut Timur) tidak ada lagi yang namanya pembullyan, tidak ada lagi perundungan, baik secara langsung maupun dari media sosial, karena biasanya perundungan terjadi secara tidak langsung dengan alasan bercanda dibalik itu.
“Diharapkan, mereka, teman-teman sadar, bahwa perundungan itu suatu hal yang salah, dan tidak dibenarkan. Meskipun niat awalnya bercanda,” pungkasnya Maulida berharap.
Dari pantauan dilokasi kegiatan dimeriahkan dengan karya promosi anti perundungan berupa puisi, tarian, fashion show, drama, poster, lagu, permainan dan karya lainnya yang ditampilkan dalam kegiatan Roots day.
Penulis:DP
Editor:Rini
![]()






























