Joni Suwarno: Warga Tiga Desa Sambut Hangat Adanya Rencana Bendungan Kusan
Kabarbanua.con,Tanah Bumbu- Guna mewujudkan Bendungan Kusan yang diperkirakan seluas 2.000 Hektar
yang termasuk sebagian diwilayah di Desa Temunih, Mangkal Api dan Batu Bulan, Kecamatan Teluk Kepayang terus digenjot oleh jajaran Pihak Kecamatan Teluk Kepayang Bersama Polsek, Koramil Kusan Hulun dan Satpol PP dan Damkar.
Kemarin, Jajaran tersebut turun kelapangan pada hari jumat 14/1/22 guna Pengecekan Lapangan dan sekaligus pendataan terhadap Lokasi hal tersebut diungkap oleh Camat Teluk Kepayang Joni Suwarno Kepada Kabarbanua.com Selasa 18/1/22.
Dalam pengecekan lokasi tersebut kami bersama warga juga turut melakukan pendataan terhadappohon pohon yang akan dibebaskan.
Alhamdullilah dengan rencananya kehadiran bendungan itu turut disambut hangat oleh para warga.
Kami berharap semoga saja bendungan ini lekas terlisasi guna mengantisipasi banjir disebagian wilayah Tanah Bumbu terkhusus di Deretan sungai KusanTambahnya Joni Suwarno.
Diwartakan Sebelumnya, Direktur pengairan dan irigasi Bappenas Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, keinginan untuk bertani cukup tinggi di Tanah Bumbu. Sehingga, sangat memungkinkan untuk dibangun bendungan.
Salah satu bendungan yang dicanangkan bakal dibangun adalah bendungan Sungai Kusan.
“Permasalahan banjir kebutuhan air bersih, maupun potensi irigasi di Tanah Bumbu ini sepertinya cukup prospek ya, memang harus segera ditangani,” kata Abdul Malik usai menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar di ruang rapat Bappenas RI Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021) lalu.
Dia mendukung pembangunan bendungan Sungai Kusan, namun harus dirembugkan lebih lanjut bersama Kementerian PUPR.
Potensi sumber daya air di Kabupaten Tanah Bumbu ini, kata Abdul Malik cukup besar, akan tetapi di satu sisi memiliki daya rusak besar yang harus bisa ditangani.
“Ini untuk prosedur pembangunan bendungan ini, itu sudah ada regulasi nya, iya tadi di Kementerian PUPR, nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut,” janji Abdul Malik.
“Tentu ini kesiapan project ya masalah teknis tentu dibahas, karena membangun bendungan itu mulai sudah ada dialog dengan sertifikasi desain izin konstruksi, dan masalah lingkungan,” terangnya.
Abdul Malik mengakui bendungan Sungai Kusan sudah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang lama. Namun harus tetap merumuskan rencana mitigasi kemungkinan masalah sosial, termasuk rencana pembebasan lahan.
“Bendungan Kusan membutuhkan anggaran yang cukup besar, (oleh karenanya) melihat persiapan dan mengurus diskresi, kita selalu coba siapkan apabila tanahnya clean and clear,” katanya.
Sekedar diketahui, Kunker ini melibatkan Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka bersama Kepala Bappeda Tanbu, Andi Anwar Sadat serta salah satu Anggota DPRD Tanbu, H Hasanuddin.
Penulis:Randi
![]()




























