Warga Binaan Lapas Kotabaru Lagi Banjir Pesanan Produksi Jahitan Baju
Kabarbanua,com. Kotabaru – Tidak terkesan penjara seperti pandangan sebagian orang diluar Lapas. Lapas Kotabaru atau sering disebut KAMPUS BUMI SA’IJAAN memiliki banyak kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan, salah satunya adalah kegiatan pembinaan kemandirian menjahit, Rabu (31/07/2024).
Banyak produk yang sudah dihasilkan oleh warga binaan dari kegiatan pembinaan kemandirian menjahit tersebut, seperti baju dan tas sasirangan, permak baju, celana, tas, dan masih banyak lagi.

Sekarang WBP Lapas Kotabaru sedang memproduksi 36 baju lapangan yang dipesan oleh PT. Arutmin Indonesia NPLCT. Ini kali ketiga PT. Arutmin Indonesia NPLCT memesan puluhan baju lapangan yang di produksi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kotabaru.
Kalapas Kotabaru, Yosef Benyamin Yembise mengatakan bahwa sebelumnya juga WBPaq Lapas Kotabaru sudah menyelesaikan pesanan baju lapangan dari Politeknik Negeri Kotabaru .
“Sudah banyak instansi-instansi lain yang sudah memesan baju produksi warga binaan kami. Selain PT. Arutmin, Politeknik Negeri Kotabaru, Ratusan seragam Dinas Pegawai Lapas Kotabaru baik Pakaian dinas harian (PDH), Pakaian Dinas Lapangan (PDL) juga Seragam Dharma Wanita sudah dijahit oleh anak-anak ulun (saya),” Ucap Kalapas.
Sementara itu Kasi Giatja, Mawardi, mengatakan bahwa warga binaan yang mengikuti pembinaan kemandirian ini sebelumnya sudah mengikuti pelatihan menjahit.
“Mereka terlebih dahulu sudah mengikuti pelatihan menjahit oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kotabaru sehingga produksi baju yang dihasilkan cukup bagus. Dengan banyaknya permintaan jahitan dari. Berbagai pihak ini menunjukan bahwa kualitas atau hasil jahitan WBP tidak kalah bersaing dengan pihak lain diluar Lapas,” jelas Mawardi.
Ia juga berharap produksi baju ini mampu menunjang pembinaan kemandirian warga binaan agar lebih produktif, sehingga para warga binaan mendapatan skil/keahlian sebagai bekal Kembali ke masyarakat.
Lapas Kotabaru terus membuktikan bahwa Warga Binaan adalan orang-orang produktif dan mandiri.
Pian salah satu Warga binaan yang terlibat dalam giat menjahit mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-temannya sangat bersyukur karena saat berada di Lapas waktu mereka tidak terbuang begitu saja namun setial saat diisi dengan kegiatan- kegiatan yang positif sehinga ke depan mereka dapat menjadi manusia yang produktif dan mandiri.
Penulis: LD
![]()



























