Film Penuh Makna, Kapolres Ajak Jurnalis Nobar Film Sayap-Sayap Patah “Penonton Terbawa Suasana”
Kabarbanua.com, Kotabaru-
Polres Kotabaru Polda Kalsel menggelar nonton bareng (nobar) film Sayap Sayap Patah di Bioskop Sungai Taib Kecamatan Pulau Laut Utara, Kamis (15/09/22) sore.
Nobar tersebut dihadiri oleh Kapolres Kotabaru AKBP M. Gafur Aditya Siregar dan Waka Polres Kompol Sofyan SIK. Selain dihadiri oleh para pejabat utama serta keluarga besar Polres Kotabaru, juga turut hadir nobar perwakilan Mahasiswa Kotabaru dan perwakilan LSM Kotabaru.
Diangkat dari kisah nyata, film Sayap-Sayap Patah tersebut menceritakan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob Depok pada 8 Mei 2018 silam. Dalam aksinya para tahanan melakukan perlawanan dan menahan 5 petugas Densus 88 yang saat itu sedang bertugas. Dimana dalam kejadian ini, sebanyak 5 orang anggota Densus meninggal dunia.
Film besutan sutradara Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Yoen K dan Denny Siregar ini menariknya lagi, karena dibintangi dua aktor dan aktris ternama tanah air. Film ini memotret salah satu anggota Densus 88 Adji yang diperankan dengan apik oleh Nicholas Saputra itu meninggal dalam menjalankan tugas, padahal ia tengah menanti kelahiran anak pertamanya dari sang istri Nani yang diperankan oleh Ariel Tatum.
Digambarkan bagaimana anggota Kepolisian yang bertugas untuk negara. Di dalamnya tergambar pengorbanan dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan penegakan hukum di Indonesia.
Dalam film sayap-sayap patah ini juga ada pesan moral kepada masyarakat kaitannya dengan tindak terorisme dan ajaran-ajaran tidak baik yang tidak untuk diikuti.
Ada pesan moral kepada masyarakat bahwa paham dan radikalisme bentuk ajaran-ajaran yang menyimpang dan melawan UU sehingga tidak boleh tumbuh di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam film tersebut juga menampilkan dua kepentingan, sebagai kepala keluarga dan lembaga kepolisian. Di satu sisi ketika sang istri sedang hamil dan melahirkan anak pertama di lain waktu harus menjalankan tugas negara. Tentu sebagai Bhayangkari (istri polisi) harus mengerti tugas berat yang harus diemban oleh suaminya.
“Iya sedih sekali, tidak terasa air mata saya menetes sendiri saat menonton tadi, begitu menyaksikan perjuangan polisi dalam mengemban tugas memberantas tindak kejahatan, teroris, mengharukan, apalagi ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata dari peristiwa kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob 2018 silam,” ujar Jali salah satu jurnalis online Kotabaru.
Kapolres Kotabaru AKBP M.Gafur Aditya H.Siregar SIK usai pemutaran film dihadapan rekan media menyatakan, kegiatan nonton bareng ini merupakan sarana refreshing, mempererat hubungan antara Polres Kotabaru dengan para awak media, mahasiswa dan juga organisasi LSM.
Hikmah dari apa yang kita tonton di film ini ada pelajaran yang bisa menjadi contoh bagi aparat kepolisian dan keluarganya.
“Bahwa sebagai aparat penegak hukum harus siap melaksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kita bekerja saja dengan ikhlas, semua sudah diatur oleh Allah SWT. Hidup, mati punya Nya, jadi, kita bekerja saja dan berbuat baik,” tandasnya.
Ketua PWI Kotabaru Achmad Nurahsin mengucapkan terimakasih atas undangan nobar yang dilaksanakan oleh Polres Kotabaru.
“Ceritanya sangat mengharukan dan banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Banyak hikmah yang bisa dipetik bagi masyarakat, terutama generasi muda. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan terjalin dengan baik,” ujarnya usai menyaksikan film.
Ogeng/Daeng P.O
![]()





























