Revolusi Hijau, Dinas Lingkungan Hidup Bersama KPH Sebuku Berkolaborasi ” Tanam Satu Juta Pohon “
Revolusi Hijau. Kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup Bersama KPH Sebuku Dengan Cara Menanam Pohon.

Kabarbanua.com, Kotabaru- KPH Pulaulaut Sebuku Kotabaru Provinsi Kalsel berikan suport, dukungan kepada pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dalam gerakan Revolusi Hijau.
Revolusi Hijau dengan serentak penanaman satu juta pohon dibeberapa titik lokasi.

Kepala KPH Pulaulaut Sebuku Dewi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Arif Fadillah kepada media Jum’at 09/4/21 dilokasi mengatakan, kegiatan ini selain dilaksanakan ditempat Wisata Hutan Meranti di Desa Sebelimbingan, ada juga di Serongga dan Langadai.
Dikawasan Wisata Hutan Meranti sendiri ada 250 pohon dari beberapa jenis yang kita tanam bersama Sekda juga Forkopimda Kabupaten Kotabaru.
” Kurang lebih 250 bibit pohon yang kita tanam dilokasi kawasan Wisata Hutan Meranti ini,” sebut Dewi.

Selain itu, kegiatan sama dilaksanakan pula murni kerjasama KPH dengan KTH dengan menanam 250 bibit pohon Mangrove di Desa Stagen.
” Kita juga meaktifkan Forum Revolusi Hijau dan mahasiswa Poltek Kotabaru, serta keikutsertaan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) dalam Revolusi Hijau tahun 2021,” pungkasnya.
Kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten kotabaru Arif Fadillah menyampaikan, hari ini kita ada kegiatan penanaman program dari pemerintah Provinsi yaitu penanaman sejuta pohon, dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru mendukung pemerintah Provinsi untuk mengadakan kegiatan ini.
” Jadi salah satu lokasi kita di Kotabaru adalah Wisata Hutan Meranti dan ada beberapa titik lainnya seperti di Serongga, Langadai, dan beberapa titik lainnya yang sulit dijangkau signal,” sebut Arif.
Tentunya dengan adanya kegiatan hari ini para kaum muda Milenial dapat termotifasi, terutama kepada orang tua dapat mengarahkan mereka dengan kesadaran tinggi menanam pohon untuk lebih cinta akan penghijauan.
Kemudian sambung Arif, guna melestarikan lingkungan, salah satunya dengan penanaman pohoh-pohon keras untuk antisipasi akan terjadinya bencana, semisal tanah longsor yang belakangan ini terjadi Kotabaru, karena banyaknya penebangan. Jadi, jangan hanya mengatasi, namun juga harus bisa melakukan pencegahan.
” Agar anak cucu kita nanti dapat menikmati lingkungan yang lebih baik dari saat ini,” tandas Kadis Arif.
Adapun jenis pohon yang ditanam di Wisata Hutan Meranti ini, jenis meranti, jenis durian lokal dan kayu ulin.
Penulis:DP
![]()



























