Penyebaran Covid-19 Masih Melanda, Pesta Pantai Mappanretasi Sepakat Diganti Zikir Bersama
Kabarbanua.com, Tanah Bumbu- Pelaksanaan hari jadi ke 19 dan Pesta Pantai Mappanretasi Pagatan, Kabupaten Tanah bumbu, urung dilaksanakan di awal april ini dampak dari penyebaran Virus Corona yang telah melanda terlebih lagi ada varian baru dari Covid-19 yaitu virus omnicron.
Padahal, hari Jadi selalu diperingati tiap 8 April dan bertepatan hari jadi biasanya dilaksanakan rangkaian kegiatan pembukaan pesta pantai dan pemeran pembangunan.
Namun semuanya harus di tiadakan karena bersifat mengumpulkan orang banyak yang dimana bisa membahayakan kesehatan masyarakat di tengah virus covid-19 yang masih melanda.
Sebagai ganti ditiadakannya acara Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu serta acara pesta laut mappanretasi.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sepakat melakukan zikir bersama sebagai ganti ditiadakannya acara tersebut.

Hal ini di sampaikan oleh Bupati Tanah Bumbu, H.M Zairullah Azhar didampingi Sekretaris Daerah Ambo Sakka, Rabu, (3/2/2022) telah memutuskan sesuai dengan isi rapat untuk tidak mengadakan kegiatan sebagaimana biasanya, dan mengganti acara mappanretasi dengan zikir bersama dan mendengarkan tausiah dari guru-guru agama.
Tahun 2022 ini kemungkinan acara mappanretasi digabung dengan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu yang ke 19, malam hari acara puncak mappanretasi dan di pagi harinya acara upacara Hari Jadi Tanah Bumbu bisa dilaksanankan.
“Hari Jadi Tanah Bumbu ke 19 dan (puncak) pesta Laut. Itu kita gabung,” Kata Zairullah.
Pada malam puncak acara mappanretasi para tokoh, masyarakat, nelayan, diundang untuk melakukan zikir bersama sebagai ganti rangkaian acara-acara mappanretasi sebagaimana mestinya.
“Semua nelayan yang ada di pagatan kita undang berzikir bersama dengan kita. Intinya agar kemudian setelah pesta laut itu maka mudah-mudahan hasil tangkapan ikan nelayan semakin meningkat,” tutur Bupati Tanah Bumbu, Zairullah.
Zairullah menjelaskan bahwa pertimbangan kegiatan ini dirubah adalah untuk menghindari kerumunan yang dapat menjadi tempat penyebaran covid-19 atau omicron yang mulai menyerang ke daerah-daerah.
“Ada hal penting yang menjadi dasar kita. pertama, ini memang masalah covid-19, sehingga kita sangat menghindari terjadinya kerumunan massa yang luar biasa. maka tidak dilaksanakan pada siang hari.” jelas Zairullah.
Terkait nama mappanretasi (memberi makan laut memang sudah lama menjadi perdebatan. Maka diubah sedikit susunan hurufnya menjadi mappanre ritasie (memberi makan di laut).
“Mappanre ritasie itu makan sama-sama di laut. Sehingga tidak ada lagi nilai-nilai syiriknya. Inilah yang kontraversi selama ini.” jelas Zairullah.
“Jadi sekali lagi acara puncak pesta laut kita laksanakan acara zikiran. Setelah itu makan dengan segala macam sajian makanan adat dan seterusnya.” Katanya. dan esok harinya upacara Hari Jadi Tanah Bumbu.
![]()



























