SKK Migas-Mubadala Petroleum Bersama TNI AL Ajak Masyarakat Nelayan Kotabaru Peduli Obvitnas
Kabarbanua.com, Kotabaru- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sebuku yaitu PEARLOIL (Sebuku) LTD./Mubadala Petroleum bersama-sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) Fasilitas Lapangan Gas Ruby, yg berlokasi di Selat Makassar kepada paguyuban nelayan dan pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Kotabaru, Jumat (22/07/22).
Sosialisasi yang merupakan kegiatan rutin ini bertujuan untuk terus memberikan pemahaman mengenai keberadaan fasilitas hulu migas lapangan gas Ruby yang dioperasikan PEARLOIL (Sebuku) LTD./Mubadala Petroleum sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) yang harus dijaga keamanan dan keselamatannya.
Masyarakat khususnya komunitas nelayan seringkali dijumpai melakukan aktivitas penangkapan ikan di Daerah Terbatas Terlarang (DTT) fasilitas lapangan gas Ruby (baik anjungan lepas pantai maupun pipa gasnya), sehingga perlu disosialisasikan kembali mengenai batas jarak aman beraktivitas di sekitar fasilitas gas lepas pantai tersebut, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Sosialisasi yang berkesinambungan dan dilaksanakan secara persuasif terutama dengan mengangkat isu-isu yang ditemui di lapangan diharapkan dapat menjadi panduan bagi komunitas nelayan dalam melakukan aktifitas penangkapan ikan dengan tetap memerhatikan peraturan keamanan dan keselamatan fasilitas lepas pantai Ruby sebagai salah satu Obvitnas.
Senior Manager HSSE & Al Mubadala Petroleum, Widi Hernowo mengatakan, dengan kolaborasi dan dukungan dari masyarakat nelayan, pemangku kepentingan serta pihak terkait lainnya, tentunya akan mendukung kelancaran kegiatan operasi lapangan gas Ruby.
“Dalam mengemban amanat tugas yang diberikan negara ini, adalah penting bagi perusahaan untuk selalu memastikan keamanan fasilitas operasi sekaligus juga keselamatan semua individu yang terlibat. Tidak hanya personil yang bekerja di anjungan lepas pantai Ruby, namun juga masyarakat nelayan dan pihak pemangku kepentingan terkait,” katanya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SKK Migas, TNI Angkatan Laut, juga Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru dan para pemangku kepentingan yang selalu memberikan dukungan bagi kelancaran operasional perusahaan,” pungkas Widi berterimakasih.
Manajer Senior Operasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Roy Widiartha menyambut baik inisiatif PEARLOIL (Sebuku) LTD./Mubadala Petroleum dalam menyelenggarakan sosialisasi secara rutin.
“Kolaborasi SKK Migas, PEARLOIL (Sebuku) LTD./Mubadala Petroleum dan TNI Angkatan Laut dalam mengamankan fasilitas lapangan gas Ruby tentunya akan semakin baik apabila masyarakat nelayan dan pemangku kepentingan terkait lainnya juga mempunyai pemahaman yang sama atas pentingnya keamanan dan keselamatan fasilitas industri hulu migas sebagai Obvitnas agar aktifitas produksinya berjalan dengan baik dan lancar,” paparnya.
Perwira Pembantu Utama (Paban) VI Binkuat Sopsal, Markas Besar TNI AL, Kolonel Laut (P) Sirilus Arif Susbintoro, S.E. menyampaikan bahwa TNI AL akan senantiasa mendukung visi dan misi Kementerian ESDM dan akan memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir dalam hal ini para nelayan untuk dapat memanfaatkan laut secara maksimal mungkin, dalam rangka kemakmuran rakyat Indonesia.
Dukungan dari TNI AL juga ditegaskan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kotabaru Letkol Laut (P) Edy Setyawan, S.E. yang menyatakan kebanggaannya atas partisipasi aktif kesatuannya.
“Adalah kewajiban dan mandat yang diberikan kepada kami untuk terlibat aktif dalam semua kegiatan pengamanan dan keselamatan fasilitas hulu migas, khususnya lapangan gas Ruby, termasuk mendukung sosialisasi kepada masyarakat nelayan dan pemangku kepentingan terkait lainnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi Obvitnas tersebut juga dilaksanakan serah terima dukungan pelampung kepada kelompok nelayan Kotabaru. Sosialisasi didukung dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Johanuddin S.Pd, MM, dan jajarannya, juga turut dihadiri oleh Government Relations and Communications Coordinator Mubadala Petroleum Camelia Martini, Perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kotabaru-Batulicin Muhammad Arfan, Direktur Politeknik Kotabaru M. Rezky Oktavianoor, M.Si.
Tentang Mubadala Petroleum:
Lapangan gas Ruby telah beroperasi sejak 27 Oktober 2013 dan mencatatkan pertumbuhan operasi dan produksi yang sangat baik hingga saat ini. Lapangan gas Ruby memiliki catatan keselamatan kerja yang sangat baik dengan pencapaian nihil kecelakaan kerja sejak Agustus 2013.
Mubadala Petroleum adalah perusahaan hulu minyak dan gas eksplorasi dan produksi internasional yang didirikan pada Juni 2012 sebagai anak perusahaan dari Mubadala Investment Company yang berkantor pusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di Indonesia, melalui PEARLOIL (Sebuku) LTD., Mubadala Petroleum mengoperasikan Kontrak Kerja Sama (KKS) Sebuku dengan lapangan gas Ruby di Selat Makassar yang telah beroperasi sejak akhir Oktober 2013. Mubadala Petroleum juga mengelola dan menjadi operator KKS Andaman I dan South Andaman di laut lepas Aceh.
(Ril/ Ogeng)
![]()





























