Sempat Diterpa Badai Pandemi Covid-19, Penjualan Semen PT ITP Capai Target.
Kabarbanua.com, Kotabaru– PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP) membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,7 juta ton per triwulan III tahun 2021. Hal itu lebih tinggi 594,8 ribu ton atau +4,9% dari periode yang sama pada tahun lalu.
Indocement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, yang bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 5.000 orang.
Volume domestik untuk produk semen saja tercatat sebesar 12,0 juta ton, lebih tinggi 328,4 ribu ton atau +2,8% sehingga pangsa pasar perusahaan adalah 25,5% pada triwulan III/2021.
Hal tersebut dapat dilihat dari ringkasan hasil keuangan periode triwulan III tahun 2021. Secara global, pangsa pasar semen Domestik Indocement sebesar 25,5%, pertumbuhan total volume penjualan sebesar +6,9% dengan rincian penjualan domestik naik +4,9% dan penjualan ekspor naik +288,0%.
Disampaikan oleh Direktur & Corporate Secretary PT ITP, Antonius Marcos bahwa, untuk persentase margin laba kotor stabil. Namun, indikator utama lainnya seperti pendapatan Operasional, EBITDA, dan Laba Periode berjalan meningkat karena pertumbuhan volume penjualan dan efisiensi operasional yang berkelanjutan di tengah tingginya biaya energi.
“Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang gigih untuk meningkatkan modal kerja sebagai kunci untuk mempertahankan neraca Perseroan yang tangguh,” sebutnya.
Dengan posisi neraca keuangan yang kuat dan tidak adanya hutang bank, Indocement tetap tangguh selama masa pemulihan ekonomi saat sekarang dan dari kondisi kelebihan pasokan industri semen yang berkelanjutan, termasuk partisipasi dalam kemungkinan konsolidasi industri semen di masa depan.
Total pembayaran dividen untuk tahun 2020 adalah Rp725/saham dengan Dividen Interim yang dibagikan pada Desember 2020 sebesar Rp225/saham dan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Juli 2021 sebesar Rp500/saham yang dibagikan pada Agustus 2021.
“Setelah gelombang besar pandemi Covid-19 pada bulan Juli, kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan disertai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi,” imbuhnya lagi.
Sebagai akibatnya, kami telah melihat pemulihan ekonomi yang progresif seiring dengan langkah Pemerintah secara bertahap melonggarkan pembatasan.
“Hal ini tentu berdampak positif pada kegiatan konstruksi selain pengeluaran anggaran akhir tahun untuk proyek infrastruktur dan komersial, termasuk beberapa manfaat insentif untuk sektor perumahan (PPN atas rumah baru, suku bunga yang lebih rendah, dan relaksasi LTV/FTV), namun faktor terkait cuaca perlu dicermati karena akan lebih banyak curah hujan dari datangnya La Nina,” ulas Antonius Marcos.
Penulis:DP
Editor:Rini
![]()




























