Keluhkan Penyebrangan Kapal Fery , Pedagang Ini Terpaksa Tidur di Hotel Embun
Kabarbanua.com, Kotabaru- Pedagang antar kota dan desa keluhkan pelayanan penyeberangan Fery Tanjung Serdang Desa Salino, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalsel, Senin 12/4/21.
Hal ini juga dikeluhkan, oleh pedagang Sabrani dan Ahmad Marzuki saat hendak menyeberang kembali kerumah (Batulicin), setelah satu hari penuh berjualan di Desa Langkang Baru Kecamatan Pulaulaut Timur, Sabtu lalu 10/4/21.

“Sekarang malam hari cuma satu buah Fery yang dioperasikan, kadang sampai tiga jam kami menunggu datangnya Fery, bahkan Sabtu lalu antrian lebih panjang dari hari ini, bahkan memaksa kami untuk tidur dihotel embun (tidur beralaskan terpal),” ungkapnya.

Kemudian, kapal Fery sandar di Tanjung Serdang sekitar pukul 00.15 Wita, disaat akan menaiki Fery seorang pedagang Arkasyi bersama pedagang lainnya menyatakan pula akan keluhan yang mereka alami, jika keterlambatan ini, karena disebabkan kapal Fery yang beroperasi cuman satu buah. Tentunya, kami sebagai pedagang, bahkan masyarakat lain (umum) juga mengeluhkan hal serupa.
” Sebagai penggerak ekonomi daerah, kami (pedagang) merupakan faktor penting pula dalam memudahkan masyarakat, terutama dipelosok. Mereka tidak perlu jauh lagi harus kekota, cukup kami saja yang datang kedesa,” sebut Arkasyi.
Bagaimana perekonomian itu maju, jika dalam mobilitas dari transportasi yang ada, khususnya angkutan penyeberangan Fery saja terbatasi. Sedangkan aktifitas masyarakat terutama para pedagang yang notabene memang mengkhususkan bagi mereka yang berlokasi dipelosok.
Dengan adanya persoalan ini, saya dan kawan serta masyarakat umumnya hanya dapat berharap pihak terkait dapat mendengar keluhan keluhan kami ini.
” Apalagi seperti kami ini (pedagang) yang mesti cepat dan tepat waktu sampai tujuan. Dari berangkat hingga akan kembali pulang kerumah bertemu keluarga tercinta,” pungkasnya.
Penulis:DP
Editor:Rini
![]()



























